Minggu, 06 November 2011

ASKEB PERSALINAN PATOLOGIS DENGAN PER


ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN PATOLOGIS
PADA Ny “A” GII P1001 UK 36 MGG DENGAN PER
DI BPS YULIANA LAMONGAN
Akbid la
 








Oleh :
NUR LAILATUL FARHAH
NIM : 07.02.02.0405

Pembimbing :
IHDA MAULIYAH, S.ST, M.KES


PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH LAMONGAN
2009
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT dengan segala limpahan rahmat, taufik, dan hidayahNya sehingga laporanyang berjudul “Asuhan kebidanan ibu hamil fisiologis pada Ny “A” GIIP1001UK 36 minggu A/T/H/IU dengan PER” dapat diselesaikan tepat pada waktunya.
            Laporan ini dibuat untuk memenuhi salah satu tugas dari praktek klinik dalam rangka Program Studi DIII Kebidanan STIKES MUHAMMADIYAH Lamongan.
            Dengan terselesaikannya laporan ini, penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada:
1.      Bapak Drs. H. Budi utomo, Amd.Kep.M.Kes, selaku ketua STIKES Muhammadiyah Lamongaan
2.      Ibu Hj. WS. Tarmi, SST., S.Psi., M. Kes, selaku Prodi DIII Kebidanan STIKES Muhammadiyah Lamongan
3.      Ibu Hj. WS. Tarmi, SST., S.Psi., M. Kes selaku Dosen Pembimbing Asuhan Kebidanan
4.      Dan pihak-pihak yang membantu dalam penyelesaian laporan ini. Terima kasih.





Lamongan,                   2009


                                                                                          Penulis


DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………………………………………………………………………………
LEMBAR PENGESAHAN ………………………………………………………………………..
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………..
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………….
BAB I : PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang …………………………………………………………............
1.2  Tujuan …………………………………………………………………….........
1.3  Ruang Lingkup …………………………………………………………………
1.4  Metode Penulisan ………………………………………………………………
1.5  Pelaksanaan ……………………………………………………………….........
1.6  Sistematika Penulisan …………………………………………………….........
BAB II : LANDASAN TEORI
2.1  Pengertian ……………………………………………………………………...
2.2  etiologi …………………………………………………………………………
2.3  Manifestasi klinis ………………………………………………………………
2.4  Pemeriksaan penunjang ……………………………………………………...
2.5  komplikasi …………………………………………….......................................
2.6  penatalaksanaan ………………………………………………………………..
2.7  askeb teori ……………………………………………………………………...
BAB III : TINJAUAN KASUS
BAB IV : PEMBAHASAN
BAB V : PENUTUP
A.     Kesimpulan …………………………………………………………………….
B.     Saran …………………………………………………………………………...
DAFTAR PUSTAKA
















BAB I

PENDAHULUAN


1.1.      Latar Belakang
Kehamilan, persalinan dan nifas merupakan rangkaian peristiwa yang saling berkaitan, adapun pre eklampsia dan eklampsia adalah kesatuan penyakit yang disebabkan oleh kehamilan dan sampai sekarang penyebabnya masih belum jelas.
Pre eklampsia dan eklampsia adalah penyakit yang sering terjadi pada akhir kehamilan, persalinan dan masa nifas, setelah perdarahan dan infeksi, pre eklampsia dan eklampsia merupakan penyebab kematian ibu dan bayi ( maternal dan perinatal ) yang cukup berarti pada ilmu kebidanan. Oleh karena itu tindakan yang tepat merupakan langkah penting untuk mencegah hal tersebut di atas.

1.2.      Tujuan
1.2.1.      Tujuan Umum
Setelah melaksanakan praktek di Ruang bersalin Rumah Sakit Muhammadiyah Surabaya diharapkan bisa memberikan asuhan kebidanan secara tepat dan professional pada ibu hamil yang mengalami PER.
1.2.2.      Tujuan Khusus
*            Mahasiswa mampu melaksanakan pengkajian pada ibu hamil dengan PER.
*            Mahasiswa mampu menegakkan diagnosa ibu hamil dengan PER.
*            Mahasiswa mampu menegakkan diagnosa potensial pada ibu hamil dengan PER.
*            Mahasiswa mampu menentukan tindakan segera dan kolaborasi pada ibu hamil dengan PER.
*            Mahasiswa mampu merencanakan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan PER
*            Mahasiswa mampu mengimplementasikan rencana asuhan kebidanan ibu hamil dengan PER
*            Mahasiswa mampu melakukan evaluasi pada ibu hamil dengan PER
1.3        Ruang Lingkup
Ruang lingkup manajemen asuhan kebidanan ini saya batasi pada Asuhan Kebidanan persalinan patologis pada Ny “A” GIIP1001 UK 36 Minggu A/T/H/let-kep/IU dengan PER
1.4        Metode Penulisan
a.    Studi pustaka dan praktek lapangan
b.   Tehnik pengumpulan data :
·        Tanya jawab/wawancara dengan ibu
·        Observasi : Kesadaran, keadaan umu, BB/TB, TD, Nadi, Suhu, RR
c.    Pemeriksaan Fisik mulai dari ujung rambut  sampai ujung kaki meliputi : inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi
d. Sumber data :
·        Primer : dari data subyektif dan obyektif
·        Sekunder : dari status klien (rekam medis)
1.5    Sistematika Penulisan
Dalam Penyusunan kebidanan ini dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I    : Pendahuluan yang terdiri dari latar belakang, tujuan, ruang lingkup, metode penulisan, pelaksanaan dan sistematika penulisan.
BAB II  : Tinjauan Pustaka yang terdiri dari konsep dasar kehamilan normal                    
BAB III : Tinjauan Kasus yang terdiri dari pengumpulan/pengkajian data, interpretasi data, identifikasi diagnosa/masalah potensial, identifikasi kebutuhan segera, intervensi, implementasi dan evaluasi
BAB IV : Pembahasan
BAB V  : Penutup yang terdiri dari kesimpulan dan saran.
DAFTAR PUSTAKA
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1              pengertian
v  Preeklampsia adalah timbulnya hipertansi di sertai proternuria edema akibat kehamilan setelah usia kehamilan 20 hminggu atau segera setelah persalinan
v  Pre-eklampsiaringan adalah timbulnya hipertensi yang disertai protein urine dan atau idema setelah 20 minggu
v  Pre-eklampsia ringan adalah adanya kenaikan tekanan diastolik 15 mmhg atau >90 mmhg dalam 2 pengukuran berjarak 1 jam atau tekanan diastolic sampai 110 mmhg dan adanya protein urine

2.2              Etiologi
Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti

2.3              Manifestasi klinis
        Diagnosa preeclampsia ditegakkan berdasarkan adanya dua dari tiga gejala, yaitu penambahan berat badan yang berlebihan, edema, hipertensi dan proteinuria. Penambahan berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan 1 kg seminggu beberapa kali, Edema terlihat sebagai peningkatan berat badan, pembengkakan kaki, jari tangan dan muka, tekanan darah >140/90 mmhg atau tekanan sistolik  meningkat >30 atau tekana diastolic >15 mmhg yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit.  Tekanan diastolic pada TM II yang lebih dari 85 mmhg patut di curigai sebagai bakat preeklampsia. Proteinuria bila protein sebanyak 0.3 g/I dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan  +1 atau 2; atau kadar protein >1g/I dalam urine yang dikeluarkan dengan kateter Atau urine porsi tengah, diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam.

      Disebut preeclampsia berat bila ditemukan gejala berikut:
v  Tekanan darah sistolik >160 mmhg atau diastolic >110mmhg
v  Proteinuria + >,5g/24 jam atau >3 pada tes celup
v  Oliguria (<400 ml dalam 24 jam)
v  Sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan
v  Nyeri epigastrium dan ikterus
v  Edema paru dan sianosis
v  Trombositopenia
v  Pertumbuhan janin terhambat
2.4              Pemeriksaan penunjang
v  Urine : protein, reduksi, bilirubin, sedimen urine
v  Darah : trombosit, ureum, kreatinin, SGOT, LDH, dan bilirubin
v  USG dan NST
2.5              Komplikasi
v  Atonia uteri (uterus couvelaire)
v  Sindrom HEELP (hemolisis, elevated liver enzimes, low plateletcount)
v  Ablasi retina
v  KID (koagulasi intravascular disaminata)
v  Gagal ginjal
v  Perdarahan otak
v  Edema paru
v  Gagal jantung
v  Syok hingga kematian
2.6              Penatalaksanaan
       Pada pasien rawatjalan, anjurkan istirahat baring 2 jam siang hari dan tidur >8 jam malam hari. Bila sukar tidur dapat diberikan fenobartital 1-2x 30mg. dapat juga diberikan asetosal 1x80 mg. kunjunga ulang dilakukan 1 minggu kemudian untuk menilai perkembangan kehamilan dan kesejahteraan janin, apakah ada perburukan keluhan subyektif, peningkatan berat badan berlebiha, kenaikan tekanan darah, dan melakukan pemeriksaan penunjang lain sesuai kebuuhan terutama protein urune.
     Rawat pasien bila tidak ada perbaikan dalam 2 minggu pengobatan rawat jalan, 38 meningkat berlebihan (>1kg/mgg, selama 2x berturut-turut) atau tampak tanda-tanda PEB. Berikan obat anti hipertensi metildopa 3x 125 mmhg (dapat ditingkatkan sampai dosis maksimal 1.500 mg). nifedipin 3-8x5-10 mg atau adalat retard R 2-3x20 mg, atau pindolol 1-3x5 mg(dosis maksimal 30 mg). Tidak perlu diberikan diet rendah garam dan jangan diberi diuretic.
     Bila keadaan ibu membaik da TD dapat dipertahankan 140-150 /90-100 mmhg, tunggu persalinan sampai atern sehingga ibu dapat berobat jalan dan anjurkan memeriksakan diri tiap minggu.kurangi dosis obat hingga tercapai dosis optimal. Bila tekanan darah sukar dikendalikan, berikan kombinasi obat. Tekanan darah tidak boleh>120/80 mmhh.
     Tunggu pengakhiran kehamilan sampai 40 minggu, kecuali terdapat prtumbuhan janin terhambat, kelainan fungsi hepas atau ginjal, dan peningkatan proteinuria (+3). Pada kehamilan >37 minggu dengan serviks matang, lakukan induksi persalinan. Persalinan dapat dilakukan spontan atau dilakukan secara cepat dengan bantuan ekstraksi.
















ASKEB TEORI

1.        Pengertian
Manajemen Kebidanan adalah proses pemecahan masalah yang digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah, penemuan-penemuan, ketrampilan dalam rangkaian/tahapan yang logis untuk pengambilan suatu keputusan yang berfokus pada klien (Varney, 1997)
Asuhan Kebidanan  adalah bantuan yang dilakukan oleh bidan kepada individu pasien atau kliennya
Langkah-langkah Manajemen Kebidanan

Langkah I : Tahap pengumpulan data dasar
            Pada langkah pertama ini dikumpulkan semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien
Untuk memperoleh data dilakukan dengan cara :
a.       Anamnesa/Data Subyektif
Bidan mulai mewawancarai pasien/kliennya untuk mencatat data yang subyektif
1.  Biodata Mencakup Identitas Pasien/klien
Nama                        :  Ditanyakan dengan jelas, bila perlu nama panggilan sehari-hari.
Umur                         :  Dicatat dalam hitungan tahun
Alamat                      :  Ditanyakan untuk maksud mempermudah hubungan bila diperlukan. Bila keadaan mendesak, dengan diketahuinya alamat tersebut bidan dapat mengetahui tempat tinggal pasien/klien dan lingkungannya.
Pekerjaan                  :  Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruh pekerjaan terhadap permasalahan kesehatan pasien.
Agama                      :  Ditanyakan untuk mengetahui kemungkinan pengaruhnya terhadap kebiasaan kesehatan pasien/klien.
Pendidikan                :  Ditanyakan untuk mengetahui tingkat intelektualnya tingkat pendidikan mempengaruhi sikap perilaku kesehatan seseorang.
Status perkawinan     :  Ditanyakan kepada ibu atau calon ibu, untuk mengetahui kemungkinan pengaruh status perkawinan terhadap masalah kesehatan, bila diperlukan ditanyakan tentang keberapa kalinya.
2.      Keluhan Utama
      Ditanyakan untuk mengetahui perihal yang mendorong pasien/klien datang kepada bidan.
3.      Riwayat keluhan utama
      Ditanyakan kapan mulai timbul keluhan utama dan apa yang dirasakan oleh ibu sewaktu keluhan itu muncul
4.      Riwayat Menstruasi
Hal yang perlu ditanyakan sehubungan dengan riwayat menstruasi, antara lain sebagai berikut :
-   Umur menarche
-   Siklus menstruasi
-   Banyaknya darah yang keluar
-   Aliran darah yang keluar
-   Menstruasi yang terakhir (HPHT) untuk meramal perkiraan persalinan
-   Dismenorrhoe
-   Gangguan sewaktu menstruasi
-   Gejala premenstrual
5.      Riwayat Obstetri
a.       Riwayat Kehamilan sekarang
Yang perlu dikaji : sejak kapan ibu merasakan pergerakan anak, umur kehamilan, ANC berapa kali, dimana imunisasi TT didapatkan, teraphie yang didapatkan, penyuluhan yang didapatkan. Riwayat Kehamilan dan persalinan dan nifas yang lalu
b.      Riwayat kehamilan, persalinan, nifas dan anak yang lalu
Mengenai riwayat kehamilan dan persalinan yang perlu ditanyakan adalah sebagai berikut :
-   Jumlah kehamilan dan kelahiran : G (gravida), P (Para), A (Abortus), H (Hidup)
-   Golongan darah
-   Riwayat persalinan yaitu : jarak antara 2 kelahiran, tempat melahirkan, lamanya melahirkan, cara melahirkan (spontan dengan vacuum ekstrasi, forcep atau operasi)
-   Masalah/gangguan kesehatan yang timbul sewaktu hamil dan melahirkan : perdarahan, ditolong dokter/ bidan / dukun
-   Nifas
   Mengalami panas, perdarahan dan bagaimana laktasinya.
   Anak : jenis kelamin, hidup/mati, bila meninggal umur berapa, sebab meninggal, berat badan dan panjang badan waktu lahir.
-   KB
   Perlu dicatat bagi ibu yang mengikuti atau pernah mengikuti KB. Hal ini penting diketahui apakah kehamilan sekarang direncanakan atau tidak.
6.      Riwayat ginekologi
Mengetahui kemungkinan penyakit-penyakit yang menyertai kehamilan dapat mempengaruhio kehamilannya atau kehamilan memperberat penyakitnya.
7.      Riwayat Kesehatan yang lalu
Untuk mengetahui adanya
-   Penyakit keturunan :  Hipertensi, DM, jantung, Asthma.
-   Penyakit menular             :  TBC, Hepatitis.
8.   Riwayat kesehatan keluarga
Untuk mengetahui adanya
-   Penyakit keturunan :  Hipertensi, DM, jantung, Asthma.
-   Penyakit menular             :  TBC, Hepatitis.
- Keturunan kembar
9.   Kebiasaan
      Mengetahui kemungkinana ibu melakukan tarak makanan, minum jamu-jamuan, obat-obatan, merokok, dan apakah ibu memelihara hewan peliharaan
10.  Pola Kebiasaan Sehari-hari
-   Nutrisi
   Perlu disampaikan bagaimana pemenuhan nutrisi selama hamil, apakah sudah selesai kebutuhan ibu hamil.
-   Aktivitas
   Bagi ibu hamil pekerjaan rumah tangga dapat dilaksanakan, bekerja sesuai kemampuan dan makin dikurangi semakin tuanya kehamilan.
-   Istirahat
   Waktu istirahat lebih lama ± 10-11 jam untuk wanita hamil. Istirahat hendaknya diadakan pula waktu siang hari.
-   Hygiene
   Kebersihan tubuh merupakan salah satu pokok-pokok yang perlu diperhatikan dalam hygiene kehamilan meliputi : kebersihan mulut, pemeliharan gigi, kebersihan tubuh, kulit, muka dan kebersihan pakaian luar dan dalam.
-   Eliminasi
   Bagaimana pola BABnya, konstipasi merupakan hal yang umum selama kehamilan karena aksi hormonal yang mengurangi gerakan peristaltik usus dan pembesaran uterus yang menahannya.
   Sering kencing merupakan hal umum yang terjadi selama bulan pertama dan terakhir masa kehamilan karena rongga perut dipenuhi oleh pembesaran uterus.
-   Sexual
   Perlu ditanyakan untuk mengetahui masalah yang terjadi selama kehamilan, berapa kali dalam seminggu melakukannya
b.      Pengumpulan Data Obyektif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar